Emboli Paru Bisa Ancam Nyawa Ibu Hamil dan Janin

cara membersihkan paru-paru bagi perokok pasif
5 Cara Ampuh Membersihkan Paru-Paru Bagi Perokok Pasif
April 20, 2021
dokter paru mojokerto
Dokter Paru Mojokerto – Ramah, Nyaman, dan Terbaik
Juni 25, 2021

Emboli Paru Bisa Ancam Nyawa Ibu Hamil dan Janin

Seorang wanita akan mengalami banyak perubahan pada saat memasuki masa kehamilan. Mulai dari perubahan hormon yang bisa berpengaruh pada banyak hal, bahkan sampai risiko bahaya penyakit  yang bisa menyerang kapan saja.

Emboli adalah salah satu penyakit yang bisa saja menyerang wanita hamil. Penyakit ini terjadi ketika terdapat suatu zat atau benda yang menyumbat saluran pembuluh darah. Pada ibu hamil, emboli yang sering terjadi adalah masuknya air ketuban ke dalam sistem peredaran darah dan membuat aliran darah tersumbat.

Risiko penyakit ini rentan terjadi pada beberapa ibu hamil dan akan menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada masing-masing penyintas.

Jenis emboli yang bisa menyerang ibu hamil terdapat dua jenisnya. Untuk lebih lengkapnya bisa Anda simak tulisan berikut ini.

Emboli Paru

Merupakan jenis penyumbatan pada pembuluh darah yang ada di paru-paru. Penyumbatan bermula dari gumpalan darah yang terbentuk pada bagian tubuh lain, terutama bagian kaki.

Gumpalan darah yang menyumbat inilah yang akan mengganggu jalannya aliran darah ke jaringan paru-paru, sehingga bisa mengakibatkan kematian jaringan paru-paru.

Faktor-faktor yang menyebabkan risiko seseorang terkena penyakit ini adalah :

  • Riwayat penyakit emboli paru, DVT, kanker, stroke, atau serangan jantung
  • Memiliki keluarga dengan riwayat emboli paru
  • Pernah menjalani operasi atau kemoterapi, misal operasi tulang, sendi, atau otak
  • Dalam masa terapi pergantian hormon
  • Ibu hamil atau baru saja melahirkan
  • Sedang mengonsumsi pil KB
  • Berat badan berlebih (obesitas)
  • Berkurangnya aliran darah pada bagian kaki
  • Ibu hamil berusia di atas 35 tahun

Adapun gejala yang akan dirasakan apabila seseorang mengidap emboli paru, yaitu :

  • Sesak napas secara tiba-tiba
  • Nyeri dada hingga ke rahang, leher, bahu, dan lengan, atau nyeri dada yang terasa berat saat menarik napas
  • Pusing hingga pingsan
  • Batuk berdahak atau berdarah
  • Ujung jari atau bibir tampak membiru
  • Detak jantung tidak teratur dan cepat
  • Sakit disertai pembengkakan pada kaki, terutama bagian betis
  • Sakit punggung
  • Keluar keringat yang berlebihan

Emboli Cairan Amniotik atau Air Ketuban

Jenis emboli yang bisa menyerang ibu hamil saat menjalani proses persalinan meskipun kasusnya masih jarang terjadi, namun efek samping yang ditimbulkan bisa berakibat fatal.

Kondisi ini terjadi ketika cairan yang mengelilingi janin masuk ke dalam aliran darah sang ibu. Biasanya terjadi saat atau setelah melahirkan. Penyebabnya bisa dipicu oleh trauma, benturan, atau kecelakaan selama kehamilan.

Faktor yang menyebabkan risiko terjadinya emboli air ketuban, yaitu :

  • Gangguan plasenta, misal plasenta robek dan plasenta previa
  • Hamil preeklampsia
  • Kendala pada air ketuban, seperti jumlah air ketuban berlebih (polihidramnion)
  • Kehamilan kembar
  • Ibu hamil berusia di atas 35 tahun
  • Metode persalinan dengan operasi cesar atau forceps, dan metode induksi untuk memicu proses kelahiran
  • Cedera perut atau rahim

Adapun gejala yang akan dirasakan, meliputi :

  • Sesak napas atau napas berat
  • Mual dan muntah
  • Dada berdebar
  • Kejang
  • Pingsan
  • Perdarahan
  • Keringat dingin
  • Kulit dan bibir tampak kebiruan

Sementara pada janin bisa mengakibatkan gawat janin, dan apabila tidak mendapatkan penanganan secara cepat, maka bisa mengancam nyawa janin.

Penanganan Emboli Air Ketuban

Meskipun jenis emboli ini masih terbilang langka, namun dampak yang ditimbulkan bisa berakibat fatal, dan jika tidak segera mendapat penanganan, ibu yang menderita emboli air ketibun akan mengalami komplikasi berbahaya, seperti kerusakan otak, gagal napas, syok, dan henti jantung.

Untuk mengatasi kondisi ini, dokter akan memberikan penanganan, berupa :

Terapi Oksigen

Aliran darah pada paru-paru yang tersumbat akan mengakibatkan sesak napas pada ibu hamil. Sehingga dokter akan mengambil langkah terapi oksigen dengan memberikan oksigen tambahan.

Terapi ini juga bisa membantu ibu mampu bernapas dengan normal seusai melahirkan dan menjada pasokan oksigen pada organ vital. Dokter juga akan mengambil tindakan resusitasi jantung paru apabila terjadi terjadi henti napas atau jantung.

Transfusi Darah

Ibu yang mengidap emboli air ketuban akan mengalami perdarahan yang berat selama persalinan, akibatnya akan ada banyak darah yang hilang. Maka dari itu, dokter akan memberikan transfusi darah untuk menggantikan darah yang hilang tersebut.

Pemberian Obat

Guna mengatasi gejala dan gangguan, dokter akan memberikan obat-obatan, khususnya untuk memperkuat fungsi jantung. Tak hanya itu, dokter juga akan memberikan obat untuk mengatasi perdarahan berat, serta obat-obatan kortikosteroid untuk mengatasi emboli air ketuban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *